18.20
|
By Unknown
Kolonialisme Belanda Di Indonesia
Penjajah Belanda, Cornelis de Houtman, mendarat kali pertama di Indonesia
pada tahun 1596. Rombongan mendarat di Banten dengan alasan untuk berdagang,
akan tetapi dalam perkembangan berikutnya bangsa Belanda bersikap kurang
bersahabat sehingga mereka diusir dari kerajaan Banten.
Cornelis de Houtman beserta rombongan kemudian melanjutkan pelayarannya ke
arah timur menelusuri pantai utara Pulau Jawa hingga tiba di Pulau Bali.
Setelah mempelajari jalur pelayaran laut dan membeli rempah-rempah, mereka
kembali ke negara asalnya. Pada tahun 1598, bangsa Belanda mendarat di Banten
untuk kali kedua dan dipimpin oleh Jacob Van Neck. Rombongan yang datang kali
kedua ini, jumlahnya lebih banyak dan masing-masing kelompok membentuk kongsi
dagang sehingga menimbulkan persaingan di antara mereka sendiri. Upaya Inggris
untuk mengatasi persaingan dagang yang semakin kuat di antara sesama pendatang
dari Belanda adalah dengan mendirikan dan menyaingi persekutuan dagang Inggris
di India dengan nama East India Company (EIC).
18.13
|
By Unknown
Proses Migrasi Ras Proto
Melayu dan Deutro Melayu ke Kawasan Asia Teggara dan Indonesia
Menurut
pendapat para ahli, pada periode 40.000 tahun lalu jenis manusia purba
Meganthropus, Pithecanthropus dan jenis Homo telah mengalami kepunahan.
Penghuni kepulauan Indonesia kemudian bergeser ke manusia-manusia migran yang
datang dari berbagai wilayah di Asia dan Australia. Proses migrasi awal menunjukkan
bahwa populasi-populasi kepulauan Indonesia berasal dari bangsa
Australo-Melanesia (Australoid) dan Mongoloid (atau lebih khusus lagi adalah
Mongoloid Selatan).
Setelah itu datang lagi gelombang migrasi
kedua yaitu bangsa Austronesia (Melayu/Proto Melayu/Melayu Tua) yang berasal
dari Yunan (wilayah di propinsi Cina bagian Selatan). Migrasi mereka sendiri ke
kepulauan Indonesia berlangsung dalam dua gelombang.
18.09
|
By Unknown
Kata
Pengantar
Assalamu’alaikum.wr.wb
Salam Sejahtera
Puji syukur kita
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan limpahan berkat kasih dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Perkembangan Islam Modern di Inggris”
.
Penulis
menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan tulisan ini akibat terbatasnya
kemampuan penulis.Oleh karena itu,dalam kesempatan ini penulis sangat mengharapkan adanya kritik
ataupun saran guna penyempurnaan tugas-tugas selanjutnya.
Dan
dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana kami menyampaikan rasa terima
kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb
17.59
|
By Unknown
Pada masa khalifah Abu Bakar Ash Sidiq
·
Munculnya
orang-orang yang murtad (Riddah) dan tidak mengeluarkan zakat.
Pada awal
pemerintahannya, ia diuji dengan adanya ancaman yang datang dari ummat Islam
sendiri yang menentang kepemimpinannya. Di antara pertentangan tersebut ialah
timbulnya orang-orang yang murtad (kaum Riddah),orang-orang yang tidak mau
mengeluarkan zakat, orang-orang yang mengaku menjadi Nabi seperti Musailamah Al
Kazzab dari bani Hanifah di yamamah, Sajah dari bani Tamim, Al Aswad al Ansi
dari yaman dan Thulaihah ibn Khuwailid dari Bani Asad, serta beberapa
pemberontakan dari beberapa kabilah.
17.54
|
By Unknown
1. Islam Periode Mekkah
dan Madinah
Perbedaan Islam di
Mekkah dan Madinah
Di mekkah :
·
Watak dan Perilaku Masyarakat Makkah/aspek sosial
kemasyarakatan.
Makkah adalah lembah yang sangat
tandus sehingga kondisi seperti ini berpengaruh besar dalam membentuk sikap dan
watak masyarakatnya. Pada umumnya penduduk makkah bertempramen buruk dan tidak
mampu berpikir secara mendalam.
Ditambah sistem politik Makkah
yang dijalankan oleh pemuka-pemuka kaum Quraisy untuk mempertahankan
jabatan,kedudukan maupun kekuasaan.Sehingga hal itu juga berpengaruh pada watak
dan perilaku mereka yang cenderung agresif, egois, keras kepala serta tidak
mudah menerima pendapat atau keyakinan orang lain.
·
Tugas Nabi Muhammad
Nabi Muhammad menerima wahyu
pertama pada usianya 40 tahun. Seperti biasa Nabi melakukan tahannus di gua
hira dan pada saat itu muncul malaikat jibril dan menyampaikan wahyu Allah yang
pertama pada pada tanggal 17 ramadhan tahun 611 M.
Dengan turunnya wahyu itu
menunjukan bahwa Muhammad telah dipilih atau lebih tepatnya diangkat oleh Allah
sebagai nabi, namun dalam wahyu pertama ini ada perintah untuk mendakwahkan
risalah yang didapatnya.
Setelah wahyu pertama datang,
jibril tidak lagi muncul untuk beberapa lama sementara nabi Muhammad
menantikannya.Saat menanti itu turun wahyu yang membawa perintah kepadanya,
wahyu itu berbunyi sebagai berikut :“Hai orang yang berselimut, bangun dan
beri ingatlah. Hendaknya engkau besarkan Tuhanmu dan bersihkanlah pakaianmu
tinggalkanlah perbuatan dosa, dan janganlah engkau memberi (dengan maksud)
memperoleh (balasan) yang lebih banyak dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu
bersabarlah.” (al muddatstsir : 1-7).
Setelah turunnya wahyu itu, itu
juga sekaligus menjadi perintah bagi Nabi untuk mulai berdakwah.
22.26
|
By Unknown
Latar
belakang timbulnya Renaissance jika dilihat dari beberapa aspek adalah kondisi
sosial, budaya, politik, dan ekonomi Abad Pertengahan.
Kondisi sosial
Saat itu kehidupan masyarakat Eropa sangat terikat pada doktrin gereja. Segala
kegiatan kehidupan ditujukan untuk akhirat. Masyarakat kehilangan kebebasan
untuk menentukan pribadinya, dan kehilangan harga dirinya. Kehidupan manusia
tidak tenteram karena senantiasa diintip oleh intelijen gereja, sehingga
menimbulkan sikap saling mencurigai dalam masyarakat.
Kondisi budaya
Terjadi pembatasan kebebasan seni dalam arti bahwa seni hanya tentang
tokoh-tokoh Injil dan kehebatan gereja. Semua kreasi seni ditujukan kepada
kehidupan akhirat sehingga budaya tidak berkembang. Demikian pula dalam bidang
ilmu pengetahuan karena segala kebenaran hanya kebenaran gereja.
21.11
|
By Unknown
Segi Pemikiran Hukum
Pada
mulanya tanggapan orang-orang yunani terhadap pengertian hukum masih primitif.
Pada zaman itu hukum dipandang sebagai keharusan alamiah (nomos) baik semesta
alam maupun manusia, contoh: laki-laki berkuasa, budak adalah budak, dan
sebagainya. Pada perjalanannya, tepatnya sejak abad 4 SM ada beberapa filosof
yang mengartikan hukum secara berbeda.
Plato dalam Buku Politeia mengungkapkan
gagasannya tentang kenyataan bahwa dalam negara terdapat kelompok-kelompok dan
yang dimaksud dengan keadilan adalah jika tiap-tiap kelompok berbuat dengan apa
yang sesuai dengan tempat dan tugasnya. Sedangkan dalam buku Nomoi, Plato
menjelaskan tentang petunjuk dibentuknya tata hukum.
Filosof
lain seperti Aristoteles (348-322 SM) yang menulis buku Politika,manusia
merupakan "makhluk polis" (zoon politicon), dimana manusia harus ikut
dalam kegiatan politik dan taat pada hukum polis. Kemudian Aristoteles membagi
hukum menjadi 2 (dua). Pertama adalah hukum alam (kodrat), yang mencerminkan
aturan alam,kedua adalah hukum positif, yaitu hukum yang dibuat oleh manusia.Aristoteles
menjelaskan bahwa pembentukan hukum harus selalu dibimbing rasa keadilan, yaitu
rasa yang baik dan pantas bagi orang yang hidup bersama.